Berputar dalam saṃsāra


Perumpamaan ujung timur bumi ini, oleh: Y.M. Bhikkhu Gunasiri.


Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Hari berlalu dan fenomena ini terus berjalan tanpa henti, 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun, dan demikian seterusnya. Pada suatu ketika ada sepasang sahabat yang sangat akrab, dapat dikatakan mereka berdua adalah teman sejati, si A dan si B. Sayangnya kehidupan mereka berdua bagaikan langit dan bumi. Si A adalah seorang yang kurang beruntung dalam hidupnya. Sejak lama ia hidup dalam kemiskinan. Sedangkan si B adalah seorang yang kaya raya. Hidupnya selalu penuh dengan kenyamanan, apapun yang ia inginkan selalu terpenuhi.


Setelah pertemanan berjalan cukup lama, si B merasa kasihan dengan kehidupan yang malang dari si A. Si B akhirnya berpikir kenapa ia tidak memberikan sebagian harta kekayaannya kepada si A. Namun tentunya hal tersebut harus diperoleh dengan usaha, maka dari itu si B memberikan sebuah tugas kepada si A. Si B berkata "temanku jika engkau dapat berdiri di ujung paling timur bumi ini, aku akan memberikan sebagian harta kekayaanku padamu", karena si A sangat senang dengan hadiah tersebut maka dia mengatakan "ya saya akan berdiri di ujung paling timur bumi ini, saya pasti bisa".


Maka dari itu si A memulai perjalanannya dari titik temu tersebut yang berada di barat menuju ke arah timur. Ia berjuang dengan sepenuh hati karena hal ini menentukan kehidupan mendatangnya. Setelah sekian lama mengembara, tahu-tahu ia sampai di titik temu yang berada di barat tersebut dan berpapasan lagi dengan si B. Si B bertanya "kenapa anda kembali kesini?" Si A karena tidak puas lalu berkata "sekali lagi". Mulailah perjalanan keduanya mencari ujung paling timur bumi ini. Namun perjalanan kedua tersebut berakhir seperti yang pertama, ia bertemu lagi dengan si B di titik awal yang berada di barat. Tapi si A tidak patah semangat dan berkata "sekali lagi". Perjalanan ketiga pun berakhir sama, dan si A tetap berkata "sekali lagi". Hal ini terus terjadi bahkan setelah perjalanan ke-10, ke-100, ke-1000. Alih-alih menemukan ujung paling timur bumi ini, si A justru selalu kembali bertemu dengan si B lagi dan lagi.


Akhirnya si A menyerah karena usahanya sia-sia dan tidak membawakan hasil apapun bagi dirinya, yang ada ia hanya kelelahan dan penuh kekecewaan dalam melakukan perjalanan berulang-ulang tersebut yang tiada ujungnya, lalu secara spontan karena keingin tahuan dari dirinya ia bertanya kepada si B "bagaimana caranya berdiri di ujung paling timur bumi ini teman?" Si B berkata "baiklah saya akan menjawab pertanyaan tersebut tetapi tentu hadiahnya tidak akan saya berikan kepada anda teman". Ketika percakapan ini terjadi si A masih menghadap ke arah timur lalu si B menjawab "sekarang balikkan badan anda teman", setelah si A membalikkan badannya Si B lanjut mengatakan "nah sekarang anda sudah berada di ujung timur bumi ini teman, mudah bukan?"


Bukankah hal ini sangat mudah?


Dalam keseharian anda selalu membuka keenam indriya anda dan berusaha untuk memuaskan berbagai nafsu keinginan yang muncul silih berganti tidak pernah ada habisnya, ingin pergi berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan, ingin makan makanan yang enak-enak, ingin memiliki keluarga yang harmonis, ingin selalu sehat dan panjang umur, ingin memiliki uang yang tak terhingga jumlahnya, Semua hal ini bagaikan melakukan perjalanan ke ujung timur bumi ini. Satu kehidupan "sekali lagi", dua kehidupan "sekali lagi", tiga kehidupan "sekali lagi", 10 kehidupan "sekali lagi", 100 kehidupan "sekali lagi", 1000 kehidupan "sekali lagi", dan demikian seterusnya.


Melalui rute tersebut, kapankah anda akan menemukan ujung timur bumi ini? Perjalanan tersebut adalah tanpa akhir, terus berputar, sia-sia, tidak membawakan hasil, yang ada hanyalah kelelahan dan penuh kekecewaan dalam melakukan perjalanan berulang-ulang yang tiada ujungnya. Mungkin anda bertanya "kenapa saya tidak pernah menyadari akan perjalanan yang sangat bodoh ini?", tentunya karena di ujung timur bumi ini terdapat hadiah yang sangat menggiurkan, sehingga anda buta, anda tidak dapat melihat bahwa hadiah tersebut adalah semu, hanyalah janji palsu, tidak dapat dicapai. Ketika anda melewati jalan ini bahkan hanya satu kehidupan, anda akan banyak mengalami kegagalan dan kesedihan yang berulang-ulang, apalagi dua kehidupan, tiga kehidupan, 10 kehidupan, 100 kehidupan, 1000 kehidupan. Murni berisikan dukkha.


Hanya ketika anda membalikkan badan, melihat ke dalam diri, menutup kelima indera dan berusaha menghindarkan indera pikiran dari suka dan tidak suka atas segala fenomena yang muncul, maka semua jawaban yang selama ini anda cari-cari akan dapat ditemukan. Betapa indahnya Dhamma, ajaran Sang Buddha. Dhamma ini berada sangat dekat, terdapat di dalam diri anda masing-masing, Nibbāna sebenarnya tidaklah jauh. Ketika anda menutup mata dan mengamati ketidakkekalan / anicca, yaitu semua fenomena dalam meditasi dari muncul, berlangsung, hingga lenyap maka kebahagiaan yang bahkan lebih tinggi dari yang pernah anda rasakan selama ini akan anda dapatkan, bukan hanya itu ketenangan, kesehatan, kemakmuran, dan masih banyak lainnya juga menunggu anda di dalam. Selain itu tidak sepeser uang pun yang diperlukan untuk mendapatkan hal-hal tersebut, hanya dengan menutup mata melaksanakan meditasi vipassanā, Nibbāna terlihat.


Bukankah hal ini sangat mudah?


Tetapi mengapa banyak orang memilih jalan yang penuh dengan ketidaknyamanan? Hendaknya perumpamaan ini anda renungkan terus menerus dalam kehidupan anda, karena sebenarnya bermeditasi bukanlah hal yang sulit, mencapai kesucian hingga Nibbāna bukanlah hal yang sulit. Anda hanya terkecoh dengan pemandangan yang begitu indah dan berwarna-warni di luar tetapi dengan kejam menyeret diri anda secara perlahan-lahan pada usia tua, sakit, dan mati yang berulang-ulang, sehingga anda tidak memiliki semangat dan tekad berjuang melawan kekotoran batin / kilesa satu per satu dalam waktu yang panjang hingga tuntas. Padahal untuk mencapai ujung timur bumi ini, anda hanya perlu membalikkan badan anda sekarang juga. Melihat ke dalam!

296 tampilan

Postingan Terbaru

Baru pertama kali membuka situs ini?

Bergabung dalam mailing list kami. Tidak ketinggalan berita terbaru tentang praktik Dhamma

Tentang Meditasi

Profil Kami

Artikel Dhamma

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Pelajari panduan meditasi yang telah ditata secara step-by-step. Lihat jadwal meditasi dan daftar online untuk mengikuti kegiatan meditasi baik yang berlangsung selama sehari, tiga hari, sepuluh hari, atau tahunan. Baca Artikel Dhamma. Semua dapat dilakukan dalam situs ini.

INDONESIA

Forest Center: Bakom - Cianjur | Mancak - Serang

City Center: Sedayu Square - Jakarta | Pabuaran - Tangerang | Lubuk Pakam | Palembang

Situs ini adalah zona tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun

© 2016 - 2019 Yayasan Satu Jalan Mulia Berunsur Delapan (YSJMBD)

Hubungi Kami | Kebijakan Privasi dan Lisensi

FB Page: Sukhesikarama

1,5k

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Sukhesikarama:

Meditasi Vipassanā

MENU