Postur Meditasi Duduk efektif mengikis kilesa

Ketika meditasi vipassana untuk dapat mengikis kekotoran batin / kilesa dengan efektif salah satu kunci utamanya adalah postur tubuh yang benar. Ketika postur tubuh anda dalam keadaan optimal seperti yang ditunjukkan dalam video, maka sebenarnya anda berada dalam keadaan samadhi.

Namun bila sudah bungkuk, perut buncit, tangan jatuh menyentuh matras, dan sebagainya, sebenarnya hal itu menandakan anda sudah dikuasai oleh moha. Ketika hal itu terjadi cepat-cepatlah mengembalikan badan anda ke posisi yang optimal agar tidak semakin terhanyut oleh kekotoran batin / kilesa.

Meditasi duduk lebih disarankan bagi mereka yang memiliki banyak sakit penyakit di dalam tubuh. Karena dengan duduk bersila akan banyak syaraf-syaraf yang dapat diperbaiki sehingga fisik dapat lebih sehat.


Dalam blog kali ini panduan Meditasi Duduk dari video Asyik Bervipassanā dipecah-pecah dan dibuat dalam bentuk gambar. Selain itu beberapa peragaan dijelaskan lebih mendetail lagi agar dapat membuat orang mengerti lebih mendalam. Jika anda belum memahami dasar dan cara meditasi yang benar, sebaiknya anda melihat panduan meditasi secara lengkap terlebih dahulu.



Lihat video ini sekarang:



Penjelasan Detail

Bahu harus selalu diusahakan rata sejajar sama tinggi dan ditarik ke belakang karena akan mendukung postur tubuh selalu dalam keadaan tegak sehingga lebih optimal mengikis kekotoran batin / kilesa.



Di saat ñāṇa tertentu barulah posisi ini digunakan untuk memancing keluarnya anusaya kilesa yaitu saat hambatan fisik dan mental sudah sangat berkurang.



Posisi tangan seperti ini akan membuat kesadaran anda mudah terbawa oleh bentuk-bentuk pikiran dan perasaan-perasaan. Maka dari itu tangan usahakan harus selalu di perut bagian pusar.



Di saat muncul suatu fenomena baik itu sakit, panas, dingin, kram, pegal, kesemutan, atau lainnya jangan merubah posisi karena anda harus mengamatinya sampai fenomena tersebut lenyap. Dengan merubah posisi, kekotoran batin / kilesa yang sedang berlangsung dalam bentuk fenomena fisik akan masuk kembali ke bawah sadar dan nantinya akan muncul lagi dan lagi.



Jika badan mulai miring berusahalah mengembalikan badan ke posisi tegak karena ketika hal ini terjadi anda sudah dikuasai moha.



Ketika suatu kekotoran batin / kilesa yang lemah lenyap di dalam maka badan akan tegak sendiri, badan menjadi ringan dan segar, kebahagiaanpun muncul, keyakinan dan semangat akan meningkat. Ini termasuk dalam proses ketidakkekalan / anicca.



Kepala harus tegak karena jika tidak kesadaran akan mudah terbawa oleh bentuk-bentuk pikiran dan perasaan-perasaan.



Di saat muncul suatu fenomena baik itu sakit, panas, dingin, kram, pegal, kesemutan, atau lainnya jangan merubah posisi karena anda harus mengamatinya sampai fenomena tersebut lenyap. Dengan merubah posisi, kekotoran batin / kilesa yang sedang berlangsung dalam bentuk fenomena fisik akan masuk kembali ke bawah sadar dan nantinya akan muncul lagi dan lagi.



Posisi kaki yang saling menindih membuat pengamatan jasmani atau pengamatan pada hambatan fisik tidak jelas. Hal ini akan memancing munculnya hambatan mental karena anda lebih banyak menunggu dan mencari sehingga perasaan tidak suka, gelisah, khawatir, keragu-raguan, dan lainnya bermunculan.



Bahu harus selalu diusahakan rata sejajar sama tinggi dan ditarik ke belakang karena akan mendukung postur tubuh selalu dalam keadaan tegak sehingga lebih optimal mengikis kekotoran batin / kilesa.



Tangan harus selalu berada di perut bagian pusar selama meditasi duduk, karena kesadaran akan lebih terjaga sepanjang anda bermeditasi sehingga tidak mudah dikuasai oleh kekotoran batin / kilesa.



Pengamatan jasmani dan hambatan fisik akan lebih jelas dengan posisi seperti ini.



Posisi tangan seperti ini akan membuat badan anda cenderung bungkuk dan di saat itulah kekotoran batin / kilesa akan dengan mudah menguasai kesadaran anda. Maka dari itu selalu jaga posisi tangan di perut bagian pusar.



Posisi tangan seperti ini akan membuat badan anda cenderung bungkuk dan di saat itulah kekotoran batin / kilesa khususnya moha akan dengan mudah menguasai kesadaran anda. Maka dari itu selalu jaga posisi tangan di perut bagian pusar.



Usahakan semaksimal mungkin untuk membuat kaki rata sejajar dengan matras saat meditasi duduk. Jika belum bisa menandakan masih ada urat-urat yang kaku.



Ketika badan bungkuk, miring ke kiri dan kanan, perut buncit menandakan anda sudah dikuasai oleh kekotoran batin / kilesa. Segera kembalikan ke posisi yang optimal ini agar samādhi tetap terjaga.



Kepala harus tegak karena jika tidak kesadaran akan mudah terbawa oleh bentuk-bentuk pikiran dan perasaan-perasaan.



Tangan harus selalu dijaga dalam posisi ini. Anda harus waspada! Saat tangan beralih tempat sedikit saja itu menandakan moha sudah mulai bekerja dan jika tangan tidak segera dikembalikan ke perut bagian pusar kesadaran akan sangat mudah terhanyut oleh kekotoran batin / kilesa, moha.



Dalam meditasi badan akan selalu berubah posisi karena setiap saat kekotoran batin / kilesa pasti menyerang baik itu ketika pengamatan sakit, terserang kantuk, banyak pikiran, dan sebagainya namun seorang yogi yang handal harus selalu berusaha mengembalikan badan ke posisi yang optimal karena dengan posisi inilah kesadaran akan selalu terjaga berkesinambungan dan tidak mudah terhanyut oleh kekotoran batin / kilesa sehingga samādhi terus berlangsung.



Dengan badan membungkuk, posisi duduk tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama karena posisi ini mendukung kekotoran batin / kilesa sehingga kekuatan serangannya akan jauh lebih besar.



Ketika moha lenyap umumnya akan tersalurkan dalam bentuk sentakan di fisik. Hal ini adalah sesuatu yang wajar menandakan lenyapnya moha.

0 tampilan

Postingan Terbaru

Baru pertama kali membuka situs ini?

Bergabung dalam mailing list kami. Tidak ketinggalan berita terbaru tentang praktik Dhamma

Tentang Meditasi

Profil Kami

Artikel Dhamma

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Pelajari panduan meditasi yang telah ditata secara step-by-step. Lihat jadwal meditasi dan daftar online untuk mengikuti kegiatan meditasi baik yang berlangsung selama sehari, tiga hari, sepuluh hari, atau tahunan. Baca Artikel Dhamma. Semua dapat dilakukan dalam situs ini.

INDONESIA

Forest Center: Bakom - Cianjur | Mancak - Serang

City Center: Sedayu Square - Jakarta | Pabuaran - Tangerang | Lubuk Pakam | Palembang

Situs ini adalah zona tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun

© 2016 - 2019 Yayasan Satu Jalan Mulia Berunsur Delapan (YSJMBD)

Hubungi Kami | Kebijakan Privasi dan Lisensi

FB Page: Sukhesikarama

1,5k

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Sukhesikarama:

Meditasi Vipassanā

MENU