Meditasi mendeteksi kelainan fisik - Sharing oleh HENDRY


Datang dari Surabaya dan baru pertama kalinya ikut retret meditasi, Hendry dapat melakukan meditasi duduk 7 jam dan berdiri 4 jam. Ia sendiri pun cukup heran mengapa dapat bermeditasi dalam waktu yang panjang. Namun sewaktu datang mengikuti retret meditasi di Sukhesikarama Mindfulness Forest - Bakom, ia sudah memiliki pandangan awal yang benar dalam melaksanakan praktik Dhamma ini.


Pandangan awal ini adalah tentang ehipassiko, datang dan buktikan. Ia datang dengan pikiran yang terbuka, menerima arahan-arahan yang diberikan oleh Y.M. Bhikkhu Gunasiri sekaligus mempelajari panduan yang dibagikan, dan benar-benar mencobanya agar dapat mengetahui secara langsung efek dari meditasi. Bukan dari orang lain, tetapi ia sendiri yang harus langsung membuktikannya. Ibaratnya bagaikan sebuah cangkir yang kosong, yang dapat diisi apapun, kemudian harus diminum agar dapat mengetahui secara langsung rasa dari minuman tersebut. Setelah mengikuti retret kali ini, baginya meditasi rasanya enak sekali, tetapi pahit sekali juga.


Ketika bermeditasi ia harus mengatasi rasa sakit yang selalu muncul di bahu kanannya. Di awal semangatnya sempat menurun, tetapi kemudian ia merenungkan bahwa rasa sakit tersebut sebenarnya bisa disembuhkan dengan meditasi yang sedang ia pelajari. Jadi daripada berpikiran negatif yang tidak berguna, lebih baik ia berjuang menuntaskan hambatan fisik tersebut. Akhirnya dengan pandangan seperti itu, ia justru lebih senang kalau sakitnya cepat muncul sehingga dapat cepat disembuhkan.


Di hari-hari terakhir, ia dapat mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan konstruksi tubuhnya. Ternyata selama ini rongga dadanya miring ke kanan dan dalam keseharian ia harus memaksa tubuhnya untuk lebih condong ke kiri agar dapat terlihat normal. Karena kebiasaan tersebut maka tanpa ia sadari di punggung daerah tulang belikatnya tumbuh tulang tambahan yang jika diraba akan terasa adanya benjolan. Inilah yang menyebabkan munculnya rasa sakit di daerah bahu kanannya. Beruntung dengan mengikuti retret meditasi ini, kelainan fisiknya dapat diperbaiki dan sudah lebih membaik.


Berbeda dengan kebanyakan orang yang melihat meditasi dengan pandangan skeptis, karena ia telah merasakan manfaat dari meditasi secara langsung maka ia memiliki keyakinan akan keampuhan meditasi vipassanā ini.



Lihat video ini sekarang:


Tekan di sini untuk melihat sharing pengalaman meditasi para yogi lainnya.

164 tampilan

Postingan Terbaru

Baru pertama kali membuka situs ini?

Bergabung dalam mailing list kami. Tidak ketinggalan berita terbaru tentang praktik Dhamma

Tentang Meditasi

Profil Kami

Artikel Dhamma

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Pelajari panduan meditasi yang telah ditata secara step-by-step. Lihat jadwal meditasi dan daftar online untuk mengikuti kegiatan meditasi baik yang berlangsung selama sehari, tiga hari, sepuluh hari, atau tahunan. Baca Artikel Dhamma. Semua dapat dilakukan dalam situs ini.

INDONESIA

Forest Center: Bakom - Cianjur | Mancak - Serang

City Center: Sedayu Square - Jakarta | Pabuaran - Tangerang | Lubuk Pakam | Palembang

Situs ini adalah zona tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun

© 2016 - 2019 Yayasan Satu Jalan Mulia Berunsur Delapan (YSJMBD)

Hubungi Kami | Kebijakan Privasi dan Lisensi

FB Page: Sukhesikarama

1,5k

Sukhesikarama Mindfulness Forest (SUMMIT)

Sukhesikarama:

Meditasi Vipassanā

MENU